Business Plan Sembada Indah

Ringkasan Eksekutif

Sembada Indah adalah toko ritel yang berfokus pada penyediaan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat secara lengkap, praktis, dan terjangkau. Berlokasi di Jl. Jenitri No. 8, Jakarta Barat, Sembada Indah hadir sebagai solusi belanja satu tempat (one-stop shopping) yang menyediakan kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman, perlengkapan kebersihan, produk perawatan pribadi, alat tulis, serta berbagai kebutuhan harian lainnya.

Dengan mengedepankan kelengkapan produk, harga yang kompetitif, dan pelayanan yang ramah, Sembada Indah berkomitmen memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman dan memuaskan bagi setiap pelanggan. Perusahaan percaya bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk yang dijual, tetapi juga oleh kemampuan dalam membangun hubungan yang baik dan kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang responsif dan sepenuh hati.

Dalam menjalankan operasionalnya, Sembada Indah terus berupaya menjaga ketersediaan stok serta menghadirkan pilihan produk yang beragam untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara efektif dan efisien. Melalui komitmen terhadap kualitas layanan dan kepuasan pelanggan, Sembada Indah menargetkan menjadi toko pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 Deskripsi Perusahaan (Company Description)

Latar Belakang Perusahaan

Sembada Indah merupakan usaha ritel yang bergerak dalam penyediaan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat. Perusahaan didirikan dengan tujuan memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memperoleh berbagai produk kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman, perlengkapan kebersihan, produk perawatan pribadi, alat tulis, serta kebutuhan lainnya dalam satu tempat. Dengan mengutamakan kelengkapan produk, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang ramah, Sembada Indah berkomitmen menjadi toko yang dapat diandalkan oleh masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mudah, cepat, dan nyaman. 

Visi dan Misi 

Visi

Menjadi toko ritel pilihan utama masyarakat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari secara lengkap, terjangkau, dan terpercaya dengan pelayanan terbaik.

Misi

  1. Menyediakan produk kebutuhan sehari-hari yang lengkap dan berkualitas.
  2. Menawarkan harga yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  3. Memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional.
  4. Menjaga ketersediaan produk agar kebutuhan pelanggan selalu terpenuhi.
  5. Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kepercayaan dan kepuasan layanan.

 Nilai-Nilai Inti 

1. Pelayanan Prima

Sembada Indah berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif kepada setiap pelanggan agar tercipta pengalaman berbelanja yang nyaman serta meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Kepercayaan

Sembada Indah menjalankan seluruh kegiatan usaha dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab sehingga dapat membangun hubungan yang baik dan kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan.

3. Kualitas

Sembada Indah memastikan setiap produk yang dijual memiliki kualitas yang baik, aman digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan pelanggan.

4. Kemudahan

Sembada Indah menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu tempat sehingga pelanggan dapat berbelanja dengan lebih praktis, cepat, dan efisien.

5. Komitmen

Sembada Indah berupaya secara konsisten untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga ketersediaan produk, dan memberikan nilai terbaik bagi pelanggan dalam jangka panjang.

 Tujuan

Tujuan Jangka Pendek 

  1. Meningkatkan jumlah pelanggan tetap di area sekitar toko.
  2. Menjaga ketersediaan stok produk utama dengan tingkat ketersediaan minimal 95%.
  3. Meningkatkan penjualan bulanan melalui promosi dan program diskon.
  4. Membangun kehadiran digital melalui media sosial dan platform online.
  5. Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan yang lebih cepat dan responsif.

Tujuan Jangka Panjang

  1. Menjadi toko kebutuhan sehari-hari yang dikenal dan dipercaya masyarakat Jakarta Barat.
  2. Memperluas variasi produk sesuai kebutuhan pasar.
  3. Mengembangkan layanan pemesanan dan pengantaran (delivery service).
  4. Membuka cabang baru di lokasi strategis apabila pertumbuhan usaha stabil.
  5. Membangun loyalitas pelanggan melalui program keanggotaan dan promosi berkelanjutan.

6. Analisis Pasar (Market Analysis)

  1. Gambaran Pasar 

Pasar ritel kebutuhan sehari-hari memiliki permintaan yang stabil karena produk yang dijual merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup yang mengutamakan kepraktisan, serta kebutuhan akan akses produk yang mudah menjadi peluang bagi Sembada Indah untuk berkembang. Konsumen saat ini cenderung memilih toko yang menawarkan produk lengkap, harga terjangkau, dan lokasi yang mudah dijangkau.

  1. Target Pasar

Target pasar utama Sembada Indah adalah masyarakat yang membutuhkan berbagai kebutuhan sehari-hari dengan mudah, cepat, dan terjangkau. Fokus utama perusahaan adalah keluarga dan rumah tangga di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya yang secara rutin membeli kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, produk kebersihan, serta makanan dan minuman. Selain itu, Sembada Indah juga menyasar karyawan, pekerja, pelajar, dan mahasiswa yang membutuhkan akses praktis terhadap kebutuhan harian maupun perlengkapan sekolah dan alat tulis. Dari segi demografis, target pelanggan berada pada rentang usia 18 hingga 60 tahun dengan tingkat pendapatan menengah ke bawah hingga menengah. Sementara itu, dari segi perilaku konsumen, target pasar Sembada Indah adalah individu yang mengutamakan kemudahan berbelanja, harga yang terjangkau, serta ketersediaan produk yang lengkap dalam satu lokasi. 

  1. Profil Pesaing
Sembada Indah beroperasi di tengah persaingan bisnis ritel yang cukup kompetitif, baik dari minimarket modern maupun toko kelontong tradisional. Pesaing utama berasal dari jaringan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart yang memiliki keunggulan dalam sistem operasional yang modern, jaringan cabang yang luas, serta promosi yang rutin dilakukan. Namun, minimarket modern umumnya memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas pelayanan dan beberapa produk dijual dengan harga yang relatif lebih tinggi. Selain itu, terdapat pula pesaing dari toko kelontong tradisional yang memiliki kedekatan dengan pelanggan sekitar dan menawarkan pelayanan yang lebih personal. Akan tetapi, toko kelontong biasanya memiliki keterbatasan dalam variasi produk dan pengelolaan stok. Untuk menghadapi persaingan tersebut, Sembada Indah mengandalkan keunggulan berupa kelengkapan produk, harga yang kompetitif, pelayanan yang ramah dan personal, serta kemudahan berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu tempat. Dengan keunggulan tersebut, Sembada Indah berupaya membangun loyalitas pelanggan dan memperkuat posisinya sebagai toko kebutuhan harian yang terpercaya di lingkungan sekitar. 

Rencana Strategi  Pemasaran dan Penjualan Produk 

Komponen

Keterangan

Product (Produk) 

Sembada Indah menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang lengkap, mulai dari kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman, perlengkapan kebersihan, produk perawatan pribadi, alat tulis, hingga kebutuhan lainnya. Seluruh produk dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar dengan memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan stok agar pelanggan dapat memenuhi kebutuhannya dalam satu tempat. 

Price (Harga) 

Sembada Indah menerapkan strategi harga yang kompetitif dan terjangkau untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah hingga menengah. Selain itu, toko juga menawarkan program promosi seperti diskon produk tertentu, paket bundling, dan potongan harga pada momen-momen tertentu guna meningkatkan daya tarik pembelian dan loyalitas pelanggan. 

fiPlace (Tempat) 

Sembada Indah berlokasi di Jl. Jenitri No. 8, Jakarta Barat, yang mudah diakses oleh masyarakat sekitar. Tata letak toko dirancang agar pelanggan dapat menemukan produk dengan mudah dan nyaman. Selain penjualan langsung di toko, Sembada Indah juga berencana mengembangkan layanan pemesanan melalui WhatsApp dan layanan antar untuk menjangkau pelanggan yang membutuhkan kemudahan berbelanja dari rumah. 

Promotion (Promosi) 

Promosi dilakukan melalui berbagai media, baik secara online maupun offline. Secara digital, Sembada Indah memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business untuk menginformasikan produk baru, promo, dan diskon. Secara offline, promosi dilakukan melalui pemasangan spanduk, penyebaran brosur, serta program promosi khusus bagi pelanggan setia. Strategi ini bertujuan meningkatkan kesadaran merek dan menarik pelanggan baru. 

People (Sumber Daya Manusia) 

Karyawan merupakan bagian penting dalam memberikan pengalaman berbelanja yang positif. Oleh karena itu, Sembada Indah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang ramah, sopan, dan responsif kepada setiap pelanggan. Seluruh karyawan diharapkan memiliki pengetahuan mengenai produk yang dijual sehingga mampu membantu pelanggan dalam menemukan kebutuhan yang sesuai. 

Process (Proses) 

Sembada Indah menerapkan proses pelayanan yang sederhana, cepat, dan efisien. Mulai dari pencarian produk, proses pembayaran, hingga pelayanan setelah pembelian dilakukan dengan mengutamakan kenyamanan pelanggan. Pengelolaan stok juga dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan produk dan menghindari kekosongan barang yang dibutuhkan pelanggan. 

 

Physical Evidence (Bukti Fisik) 

Untuk menciptakan kepercayaan dan kenyamanan pelanggan, Sembada Indah menyediakan lingkungan toko yang bersih, rapi, dan tertata dengan baik. Produk disusun berdasarkan kategori untuk memudahkan pencarian, dilengkapi dengan label harga yang jelas. Selain itu, identitas toko seperti logo, papan nama, seragam karyawan, dan kemasan belanja digunakan sebagai bukti fisik yang memperkuat citra profesional dan terpercaya di mata pelanggan. 


Strategi Operasional

Proses Produksi/Layanan

Sebagai usaha ritel, Sembada Indah tidak melakukan proses produksi barang, melainkan berfokus pada penyediaan dan penjualan produk kebutuhan sehari-hari kepada pelanggan. Proses layanan dimulai dari pengadaan barang dari pemasok, penerimaan dan pengecekan produk, penyimpanan stok, penataan produk di rak penjualan, hingga pelayanan kepada pelanggan saat proses pembelian. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan kepuasan pelanggan. 

Kebutuhan Fasilitas dan Lokasi

Sembada Indah berlokasi di Jl. Jenitri No. 8, Jakarta Barat, yang strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Untuk mendukung kegiatan operasional, perusahaan membutuhkan fasilitas berupa area penjualan, rak display produk, gudang penyimpanan, meja kasir, sistem pencatatan penjualan, perangkat komputer atau mesin kasir, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berbelanja. 

Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain)

Sembada Indah bekerja sama dengan distributor, agen, dan pemasok terpercaya untuk memastikan ketersediaan produk secara berkelanjutan. Pengadaan barang dilakukan secara berkala berdasarkan tingkat permintaan pelanggan dan data penjualan. Hubungan yang baik dengan pemasok menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan barang, kualitas produk, serta kestabilan harga yang ditawarkan kepada pelanggan. 

Manajemen Persediaan (Inventory)

Manajemen persediaan dilakukan dengan memantau stok barang secara rutin untuk menghindari kekurangan maupun kelebihan persediaan. Produk yang memiliki tingkat permintaan tinggi akan diprioritaskan dalam pengadaan. Selain itu, pengecekan stok dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi produk tetap baik dan layak dijual. Sistem pencatatan persediaan digunakan untuk membantu pengelolaan stok secara lebih efektif dan efisien. 

Kontrol Kualitas

Sembada Indah menerapkan kontrol kualitas pada setiap produk yang diterima dari pemasok. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi fisik barang, tanggal kedaluwarsa, kemasan produk, serta kesesuaian jumlah barang dengan pesanan. Produk yang tidak memenuhi standar kualitas akan dipisahkan dan dikembalikan kepada pemasok. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepuasan pelanggan dan mempertahankan reputasi perusahaan. 

Rencana Operasional (Operational Plan)

Rencana operasional Sembada Indah disusun untuk memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan secara efektif, efisien, dan terstruktur dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebagai usaha ritel yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, kelancaran operasional menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan produk, kualitas pelayanan, serta kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, setiap aktivitas operasional dilakukan melalui serangkaian proses yang saling terhubung, mulai dari perencanaan kebutuhan barang hingga evaluasi hasil penjualan. 

Alur Proses Produksi

  1. Perencanaan Kebutuhan Barang
     Menentukan jenis dan jumlah produk yang perlu dipesan berdasarkan data penjualan dan kebutuhan pasar.
  2. Pengadaan Barang dari Pemasok
     Melakukan pemesanan produk kepada distributor atau pemasok yang telah bekerja sama.
  3. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang
     Memeriksa kualitas, jumlah, dan kondisi barang yang diterima sebelum disimpan.
  4. Penyimpanan dan Pengelolaan Stok
     Menyimpan barang di gudang atau area penyimpanan sesuai kategori produk.
  5. Penataan Produk di Area Penjualan
     Menempatkan produk pada rak display agar mudah ditemukan oleh pelanggan.
  6. Pelayanan dan Penjualan kepada Pelanggan
     Membantu pelanggan menemukan produk yang dibutuhkan dan melakukan proses transaksi.
  7. Pencatatan dan Evaluasi Penjualan
     Mencatat hasil penjualan serta melakukan evaluasi untuk perencanaan pengadaan berikutnya.

Struktur Manajemen dan Tim (Management Team)

Struktur organisasi Sembada Indah dirancang secara sederhana namun efektif untuk mendukung kelancaran operasional sehari-hari, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memastikan setiap fungsi bisnis berjalan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap bagian dapat bekerja secara terkoordinasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

1. Pemilik (Owner)

Pemilik merupakan pihak yang memiliki tanggung jawab tertinggi dalam menjalankan dan mengembangkan usaha Sembada Indah. Pemilik berperan dalam menetapkan visi, misi, tujuan bisnis, serta arah pengembangan perusahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, pemilik bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan strategis terkait investasi, pengelolaan modal, kerja sama dengan pemasok, pengembangan produk, hingga evaluasi kinerja usaha secara keseluruhan.

Pemilik juga berperan dalam mengawasi kondisi keuangan perusahaan, memastikan operasional berjalan sesuai rencana, serta mencari peluang bisnis baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya saing perusahaan. Dalam usaha berskala kecil hingga menengah, pemilik sering kali terlibat langsung dalam pengawasan operasional dan pelayanan pelanggan untuk memastikan standar kualitas perusahaan tetap terjaga.

2. Manajer Operasional

Manajer Operasional bertanggung jawab atas seluruh kegiatan operasional harian yang berlangsung di toko. Posisi ini berfungsi sebagai penghubung antara pemilik dengan seluruh karyawan operasional untuk memastikan kegiatan bisnis berjalan secara efektif dan efisien.

Tugas utama Manajer Operasional meliputi pengawasan aktivitas penjualan, pengelolaan persediaan barang, koordinasi dengan pemasok, pengaturan jadwal kerja karyawan, serta pemantauan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, manajer operasional juga bertugas melakukan evaluasi terhadap kinerja toko, mengidentifikasi kendala operasional, dan memberikan solusi untuk meningkatkan produktivitas serta kepuasan pelanggan.

Manajer Operasional juga memastikan bahwa seluruh prosedur kerja, standar pelayanan, dan kebijakan perusahaan diterapkan dengan baik oleh seluruh karyawan sehingga operasional dapat berjalan secara konsisten dan profesional.

3. Bagian Administrasi dan Keuangan

Bagian Administrasi dan Keuangan memiliki peran penting dalam mengelola seluruh aktivitas administrasi dan keuangan perusahaan. Posisi ini bertanggung jawab untuk memastikan seluruh transaksi dan dokumen perusahaan tercatat dengan baik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tugas utama bagian ini meliputi pencatatan transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan arus kas masuk dan keluar, penyusunan laporan keuangan, pengarsipan dokumen perusahaan, serta pengelolaan pembayaran kepada pemasok. Selain itu, bagian administrasi dan keuangan juga bertanggung jawab dalam memonitor kondisi keuangan usaha, menghitung laba rugi, serta menyediakan data keuangan yang diperlukan oleh pemilik dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan adanya pengelolaan administrasi dan keuangan yang baik, perusahaan dapat mengontrol penggunaan dana secara lebih efektif serta menjaga stabilitas keuangan usaha dalam jangka panjang.

4. Kasir

Kasir merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan pelanggan pada saat proses transaksi pembelian. Oleh karena itu, kasir memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman berbelanja yang nyaman dan memuaskan bagi pelanggan.

Tugas utama kasir adalah melayani proses pembayaran, menghitung total pembelian, menerima pembayaran tunai maupun non-tunai, memberikan struk pembelian, serta memastikan transaksi dilakukan secara akurat. Selain itu, kasir juga bertanggung jawab menjaga keseimbangan kas harian, membuat laporan transaksi harian, dan melaporkan hasil penjualan kepada bagian administrasi dan keuangan.

Kasir juga berperan dalam memberikan informasi kepada pelanggan mengenai produk, promo, diskon, maupun program loyalitas yang sedang berlangsung. Sikap ramah, cepat, dan teliti menjadi faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang kasir untuk menjaga kepuasan pelanggan.

5. Staf Toko

Staf toko merupakan bagian yang mendukung kegiatan operasional dan pelayanan pelanggan secara langsung di area penjualan. Posisi ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan produk tersedia, tertata dengan rapi, dan mudah ditemukan oleh pelanggan.

Tugas staf toko meliputi penerimaan barang dari pemasok, pengecekan jumlah dan kondisi barang, penataan produk pada rak display, pengisian ulang stok produk yang mulai habis, serta menjaga kebersihan dan kerapian area toko. Selain itu, staf toko juga bertugas membantu pelanggan dalam menemukan produk yang dibutuhkan, memberikan informasi mengenai produk, serta membantu menyelesaikan keluhan atau pertanyaan pelanggan.

Staf toko juga melakukan pengecekan stok secara berkala untuk memastikan ketersediaan barang dan menghindari terjadinya kekurangan stok. Dengan pelayanan yang ramah dan responsif, staf toko berperan penting dalam meningkatkan kenyamanan pelanggan serta mendukung terciptanya pengalaman berbelanja yang positif.

Rencana Keuangan

  1. Kebutuhan Pembiayaan Awal (Start - Up - Cost)
  1. Investasi Peralatan

No

Kebutuhan

Jumlah

Harga Satuan

Total

  1.  

Rak Display Barang

2 Unit 

Rp1.500.000 

Rp3.000.000 

  1.  

Etalase Kaca 

1 Unit 

Rp1.500.000 

Rp1.500.000 

  1.  

Timbangan Digital 

1 Unit 

Rp500.000 

Rp500.000 

  1.  

Meja Kasir 

1 Unit 

Rp700.000 

Rp700.000 

  1.  

Kalkulator dan Alat Tulis 

1 Paket 

Rp200.000 

Rp200.000 

  1.  

Keranjang dan Perlengkapan Toko 

1 Paket 

Rp500.000 

Rp500.000 

  1.  

Banner dan Papan Nama Toko 

1 Unit 

Rp300.000 

Rp300.000

Total Investasi Peralatan                                                                                     Rp. 6.700.000

  1. Modal Kerja Awal

 

Kebutuhan

Total

Persediaan Barang Dagangan Awal 

Rp11.000.000 

Cadangan Kas Operasional 

Rp1.500.000 

Biaya Transport 

Rp300.000 

Promosi awal 

Rp500.000 

Total Modal Kerja Awal 

Rp13.300.000 

Total Kebutuhan Modal Awal

Rp6.700.000 + Rp13.300.000 = Rp20.000.000

Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan awal usaha warung kelontong sebesar Rp20.000.000 yang seluruhnya berasal dari modal pribadi (pendanaan mandiri).

2. Asumsi Keuangan 

Perhitungan proyeksi keuangan usaha warung kelontong dibuat berdasarkan beberapa asumsi berikut:

  1. Modal awal usaha sebesar Rp20.000.000.
  2. Periode proyeksi dilakukan selama 1 tahun (Januari–Desember 2026).
  3. Operasional usaha dilakukan setiap hari atau 30 hari per bulan.
  4. Penjualan rata-rata pada bulan pertama sebesar Rp1.000.000 per hari.
  5. Penjualan diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar 5% setiap bulan.
  6. Harga Pokok Penjualan (HPP) diperkirakan sebesar 85% dari total penjualan.
  7. Biaya operasional tetap diperkirakan sebesar Rp1.145.000 per bulan.
  8. Sistem penjualan dilakukan secara tunai dan pembayaran digital (QRIS).
  9. Pengelolaan persediaan menggunakan metode First In First Out (FIFO).
  10. Seluruh laba yang diperoleh digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.

3. Proyeksi Laba Rugi Tahun Pertama 

 

Kategori

Bulan 1-3

Bulan 4-6

Bulan 7-12

Total Tahun 1 

Pendapatan Penjualan 

Rp94.575.000

Rp109.482.385

Rp251.418.646

Rp455.476.031

Harga Pokok Penjualan (85%) 

(Rp80.388.750)

(Rp93.060.027)

(Rp213.705.849)

(Rp387.154.626)

Laba Kotor

Rp14.186.250

Rp16.422.358

Rp37.712.797

Rp68.321.405

Beban Operasional 

(Rp3.435.000)

(Rp3.435.000)

(Rp6.870.000)

(Rp13.740.000)

Laba Bersih 

Rp10.751.250

Rp12.987.358

Rp30.842.797

Rp54.581.405

 

4. Proyeksi Arus Kas Tahun Pertama

 

Keterangan

Total Tahun 1

Kas masuk dari penjualan

Rp455.476.031 

Pembelian Barang

(Rp387.154.626) 

Biaya operasional 

(Rp13.740.000) 

Investasi Peralatan

(Rp6.700.000) 

Cadangan dan biaya lain-lain 

(Rp3.300.000) 

Kas Bersih Akhir Tahun 

Rp44.581.405 

 

 

5. Neraca Proyeksi Tahun Pertama 

 

      ASET

 

Aset

Nilai

Kas

Rp44.581.405

Peralatan Usaha

Rp6.700.000

Akumulasi Penyusutan

(Rp670.000) 

Total Aset

Rp50.611.405 

 

      LIABILITAS

 

Kewajiban

Nilai

Tidak ada

Rp.0

Total Liabilitas

Rp.0

 

      EKUITAS

 

Ekuitas Pemilik

Nilai

Modal awal

Rp20.000.000

Laba ditahan 

Rp30.611.405

Total Ekuitas 

Rp50.611.405 

 

6. Analisis Titik Impas 

Analisis Break-Even Point (BEP) digunakan untuk mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Dengan mengetahui titik impas, pemilik usaha dapat menentukan target penjualan yang harus dicapai untuk menutup seluruh biaya operasional yang dikeluarkan. 

Asumsi

Perhitungan titik impas usaha warung kelontong menggunakan asumsi sebagai berikut:

      Total Penjualan Tahun Pertama = Rp455.476.031

      HPP = 85% dari Penjualan

      Margin Kontribusi = 15%

      Biaya Operasional Tetap = Rp13.740.000 per tahun

BEP Unit

Jadi, usaha warung kelontong harus mencapai minimal 3.664 transaksi per tahun untuk mencapai titik impas (Break-Even Point). 

 

7. Analisis Rasio Keuangan

      Gross Profit Margin (GPM)

      Net Profit Margin (NPM)

      Return on Investment 

      Current Ratio

Karena usaha tidak memiliki kewajiban lancar (hutang jangka pendek), maka Current Ratio tidak dapat dihitung secara matematis dan menunjukkan kondisi likuiditas yang sangat baik. 


PPT Business Plan Sembada Indah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Kami

ARTIKEL MASA DEPAN UMKM DALAM EKONOMI BERKELANJUTAN

Analisis Keuangan Toko Sembada Indah